Di dalam doa ada pengagungan kepada-Nya

Di dalam doa ada penghinaan diri di hadapan-Nya

Doa meluluhkan kesombongan di jiwa

Doa memunculkan harapan, cinta dan takut

Maka dengan semua yang ada di doa itu, ibadah akan lebih bermakna

Sesungguhnya jiwa yang tak terjaga bagaikan tempat sampah

Apa saja masuk ke dalam relung jiwa. Namun tak satupun yang bermanfaat. Bisikan yang mengganggu jiwa, yang mengkerdilkan jiwa hingga melemahkan jiwa bahkan mematikannya. Itulah kerancuan dalam berfikir

Ya, bisikan yang meracau dan berkecamuk di jiwa meluluhlantakkan bangunan ketenangan di jiwa.

Seringkali saya melakukan blog walking, dan melihat saudara-saudaraku berdebat di khalayak ramai. Memperdebatkan ah bukan tapi berperang argumen untuk mencari yang menang dan yang kalah. Sayang sekali.

Bukan itu yang jiwa inginkan, bukan itu. Jiwa hanyalah membutuhkan ketenangan..bukan peperangan argumentasi yang berkecamuk di jiwa.

Satu saja, saat berkecamuk dan timbul hasrat untuk berdebat, berperang argumen..ingat saja, bahwa, engkau wahai jiwa..akan dimintakan pertanggungjawaban kelak di hari dimana segala amal dihisab

Maafkan aku wahai Jiwa

30 Desember 2009

Duhai Jiwa, Telah lama aku melupakanmu. Sedangkan engkau senantiasa selalu setia menemaniku dan terus bersemayam di jasadku. Seharusnya engkaulah yang patut ku ajak bicara, ku beri segala kebutuhanmu, menyegarkanmu dari kedahagaan dan kelaparan.

Engkaulah yang paling dekat dengan ku wahai jiwa. Lalu aku justeru bercengkrama dengan selainmu, aku memenuhi perutku dengan makanan dan menyegarkan tenggorakanku dengan minuman. Memberikan pandangan indah ke mata, dan memberi wewangian untuk hidungku.

Mendengarkan segala hal yang menyenangkan telinga, mepercantik dan memperindah tubuh dengan pakaian yang bagus. Lalu apa yang engkau dapatkan wahai jiwa? padahal kebahagiaan hatiku letaknya ada di dirimu. Lalu engkau, wahai jiwa, tak mendapatkan asupan apapun dari ku.

Kini, aku sadari akan keberadaanmu. Dan aku memohon maaf padamu, selanjutnya aku akan terus berdialog dengan mu. Meski hanya sepatah kata, hanya agar engkau bahagia..bahagaimu tentu bahagiaku. Dan aku akan ajak engkau wahai jiwa, mengarungi kehidupanku. Kita saling menuntun, bertitian dalam titian jalan yang di ridhoi-Nya.

Tentramlah engkau wahai Jiwa, hingga saat memanggilmu menghadap sang pemilik Jiwa. Datanglah wahai jiwa dengan tenang bertemu dengan Dia dan mendapatkan segala kenikmatan dari-Nya.