Keikhlasan, dia yang sering terlupakan

11 Januari 2010

Wahai Jiwa,

Apa kabarmu? mengapa hati ini selalu saja dirundung kekesalan, amarah dan kekecewaan. Bagaimana pula menghilangkannya?

Jiwa:

Kabar baik wahai Diri. Tak Perlu lah risau akan sempitnya hati dan sesaknya dada. Karena betapa sakitnya itu hanyalah sementara dan pasti kan berlalu..meskipun dia akan menghampirimu lagi.

Namun ketahuilah wahai diri,

Pangkal dari kesempitan hati dan sesaknya dadamu itu adalah kekecewaan.

Ya, engkau telah kecewa wahai diri. Engkau kecewa…atas segala apa yang telah engkau lakukan selama ini tidak mendapatkan balasan yang sesuai dengan bayanganmu.

Ya, engkau telah membayangkan begitu indahnya balasan atas segala apa yang kau lakukan.

Sebenarnya jika kau tak salah dalam membidik balasan, tentu kau tak akan kecewa. Karena sebaik-baik pemberi balasan hanyalah Dia yang kuasa, yang memberi balasan sesuai amal yang dilakukan hamba-Nya. Bahkan memberikan berlipatganda balasan.

Ya, engkau telah salah kepada siapa engkau meminta balasan…

Ya, engkau telah melupakan … KEIKHLASAN …

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s