Maafkan aku wahai Jiwa

30 Desember 2009

Duhai Jiwa, Telah lama aku melupakanmu. Sedangkan engkau senantiasa selalu setia menemaniku dan terus bersemayam di jasadku. Seharusnya engkaulah yang patut ku ajak bicara, ku beri segala kebutuhanmu, menyegarkanmu dari kedahagaan dan kelaparan.

Engkaulah yang paling dekat dengan ku wahai jiwa. Lalu aku justeru bercengkrama dengan selainmu, aku memenuhi perutku dengan makanan dan menyegarkan tenggorakanku dengan minuman. Memberikan pandangan indah ke mata, dan memberi wewangian untuk hidungku.

Mendengarkan segala hal yang menyenangkan telinga, mepercantik dan memperindah tubuh dengan pakaian yang bagus. Lalu apa yang engkau dapatkan wahai jiwa? padahal kebahagiaan hatiku letaknya ada di dirimu. Lalu engkau, wahai jiwa, tak mendapatkan asupan apapun dari ku.

Kini, aku sadari akan keberadaanmu. Dan aku memohon maaf padamu, selanjutnya aku akan terus berdialog dengan mu. Meski hanya sepatah kata, hanya agar engkau bahagia..bahagaimu tentu bahagiaku. Dan aku akan ajak engkau wahai jiwa, mengarungi kehidupanku. Kita saling menuntun, bertitian dalam titian jalan yang di ridhoi-Nya.

Tentramlah engkau wahai Jiwa, hingga saat memanggilmu menghadap sang pemilik Jiwa. Datanglah wahai jiwa dengan tenang bertemu dengan Dia dan mendapatkan segala kenikmatan dari-Nya.

Iklan

2 Responses to “Maafkan aku wahai Jiwa”

  1. elmyna Says:

    salam kenal dan silaturahim 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s