Sulitnya meminta maaf
9 Februari 2010
Duhai jiwa,
Seandainya Tuhan tak menganugerahkan kata maaf ke dunia ini, tentu sedetikpun aku tak mau hidup disini.
Namun jiwa,
Apakah aku yang tak bersyukur atas anugerah besar itu, atau kah kelunya lidah ini mengucap maaf karena kebodohan diri ini? atau diri ini terlalu sombong untuk mengakui anugerah ini?
Duhai jiwa, katakan pada diri ini tentang maaf..
- Wahai diri,
Tak perlu bersedih atas apa yang ada, dan tak perlu bingung karena kau tak bisa mengucap maaf.
Karena sungguh maaf benar-benar anugerah dari Dia Yang Maha Lembut..Yang telah mencelupkan manusia dalam lautan kasih sayangnya hingga benar-benar melekatlah sifat-Nya yang Pemurah dan Penyayang itu pada mu.
Wahai Diri,
Lupakan saja kata sombong, bodoh, dan ingkar atas anugerah-Nya itu sebagaimana engkau pernah melupakan kata maaf sebelumnya.
Dan isilah kekosongan kata-kata tersebut dengan maaf, maaf, dan maaf.
Sungguh lisan yang terbiasa dengan maaf akan senantiasa ringan terucap disaat yang dibutuhkan kata maaf tersebut.
Biasakan saja wahai diri..ucapakanlah maaf, maaf, maaf, maaf, …..
Sehingga disaatnya tiba engkau harus mengucap maaf, engkau dapat merasakan nikmatnya anugerah besar ini.
Ketaatan bukti keikhlasan
8 Februari 2010
Laksana alam yang terbentang dengan megahnya
Setiap penghuninya bergerak dan mengikuti irama alamiah yang telah ditentukan padanya
Burung yang terbangdi udara
Ikan yang berenang di lautan
Kura-kura yang berjalan dengan lambannya
Kijang yang dengan lincahnya berlari-lari
Semua mengikuti apa yang telah ditentukan oleh Rabb mereka, Pencipta dan Pengatur mereka
Seperti itulah keikhlasan
Keikhlasan apakah itu? Keikhlasan dalam menerima ketentuan-ketentuan-Nya
Tanpa penerimaan dan ketaatan terhadap ketentuan-ketentuan-Nya maka keikhlasan manakah yang akan kita peroleh?
Bukankah keikhlasan itu hanya mengharap balasana dari-Nya?
Maka bagaimana bisa kita melupakan ketentuan-ketentuan-Nya dan keluar dari ketaatan pada-Nya disaat kita mengharapkan balasan hanya dari-Nya?
Ketaatan itu lah yang mengajari kita untuk senantiasa Ikhlas