Siapakah engkau? wahai Keikhlasan…
13 Januari 2010
Inti dari keikhlasan bermuara pada diri-Nya, Dia lah Allah, Yang menciptakan kehidupan ini.
Dia pula yang memberi balasan atas segala amal hamba-hamba-Nya.
Kata kunci dari keikhlasan adalah: “Allah”,” balasan dari -Nya SAJA”.
Keikhlasan adalah mengharapkan balasan dari Allah Saja, bukan yang lain.
Begitulah keikhlasan itu, membuang segala tujuan selain Allah.
Sehingga asas dari ikhlas itu adalah tauhid, yaitu menjadikan diri-Nya satu-satunya tujuan dalam ketaatan, ibadah, amalan hati, amalan badan, cinta, harapan, balasan, dan seluruh aktifitas di dunia ini.
Tak akan pernah orang yang menyekutukan-Nya bisa ikhlas, ini adalah suatu yang terang dan jelas.
Sedangkan orang yang menyatakan dirinya bertauhid belum bisa mencapai keikhlasan sebelum benar-benar meyakini di hatinya, bahwa hanya Allah lah yang akan membalas segala amalnya di dunia ini. Tak peduli bagaimana dia menjalani hidup ini, apakah bahagia ataupun menderita. Baginya, setiap amal yang dilakukannya tidak lain hanyalah mengharap balasan dari Allah.
Kesadarannya akan begitu kasih dan sayangnya Dia terhadap dirinya menyebabkan rasa cintanya pada Allah begitu mendalam. Hingga dia rela atas segala ketentuan dari-Nya. Dan balasan yang terbaik hanyalah dari-Nya saja.
Begitulah keikhlasan, terlahir dari kesadaran yang mendalam.. dari hati yang penuh cinta nan murni dan suci kepada Rabb yang Agung yaitu Allah.
Hanya kepada-Nya lah hamba bermohon segala balasan atas amal yang dilakukan hamba.
29 Januari 2010 at 22:54
Ikhlash juga berarti memurnikan peribadahan kepada ALLAH, tidak berdo’a kecuali pada-Nya. Begitu yah?
1 Februari 2010 at 14:11
Benar sekali sobat..
Tak akan pernah amal dikatakan ikhlas, selama tujuan amal tersebut meluncur ke tempat selain Allah..Oleh karena itu, pertahankan tujuan tersebut meki berat, jangan sampai tergelincir dan jatuh ke selain Allah. Kita sama-sama berjuang menggapai keikhlasan wahai jiwa..