Meracau dan berkecamuk di jiwa
5 Januari 2010
Sesungguhnya jiwa yang tak terjaga bagaikan tempat sampah
Apa saja masuk ke dalam relung jiwa. Namun tak satupun yang bermanfaat. Bisikan yang mengganggu jiwa, yang mengkerdilkan jiwa hingga melemahkan jiwa bahkan mematikannya. Itulah kerancuan dalam berfikir
Ya, bisikan yang meracau dan berkecamuk di jiwa meluluhlantakkan bangunan ketenangan di jiwa.
Seringkali saya melakukan blog walking, dan melihat saudara-saudaraku berdebat di khalayak ramai. Memperdebatkan ah bukan tapi berperang argumen untuk mencari yang menang dan yang kalah. Sayang sekali.
Bukan itu yang jiwa inginkan, bukan itu. Jiwa hanyalah membutuhkan ketenangan..bukan peperangan argumentasi yang berkecamuk di jiwa.
Satu saja, saat berkecamuk dan timbul hasrat untuk berdebat, berperang argumen..ingat saja, bahwa, engkau wahai jiwa..akan dimintakan pertanggungjawaban kelak di hari dimana segala amal dihisab
6 Januari 2010 at 17:43
Jiwa memang butuh ketenangan, utk bisa kembali kepada jalan yg harus dilaluinya dgn benar..
Salam kenal..
Salam hangat dan damai selalu..
7 Januari 2010 at 09:37
benar sobat..
ilmu yang benar melahirkan keyakinan yang benar hingga akhirnya menentramkan jiwa…
6 Januari 2010 at 18:28
Assalamu’alaikum,
Allah Swt berfirman: “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri,…(QS. Al Isra [17} : 7). (Dewi Yana)
7 Januari 2010 at 09:39
benar wahai jiwa,
sungguh hari itu semakin dekat dan setiap diri akan ditanya oleh Dia Yang Maha Menghisab..
Jaga diri dan keluarga dari neraka-Nya..itu yang terpenting
7 Januari 2010 at 00:02
mengamankan posisi PERTAMAXXXX dulu
cihuyyy
hehehe
7 Januari 2010 at 09:42
terima kasih sobat,
bergegas dalam kebaikan adalah salah satu jalan menuju kedamaian jiwa..
7 Januari 2010 at 00:21
ya, saya juga. terutama yang menyangkut agama. saya rasa tidak perlu lah itu.
7 Januari 2010 at 09:45
agama bukan untuk diperdebatkan, namun untuk diamalkan…
sungguh setiap diri akan ditanya di yaumil akhir..apakah amalan diri sendiri selama di dunia sudah benar atau belum?..bukan amalan orang lain…maka tenangkanlah jiwa dengan kebenaran agar ketika bertemu dengan-Nya segalanya bisa dipertanggungjawabkan