Meracau dan berkecamuk di jiwa

5 Januari 2010

Sesungguhnya jiwa yang tak terjaga bagaikan tempat sampah

Apa saja masuk ke dalam relung jiwa. Namun tak satupun yang bermanfaat. Bisikan yang mengganggu jiwa, yang mengkerdilkan jiwa hingga melemahkan jiwa bahkan mematikannya. Itulah kerancuan dalam berfikir

Ya, bisikan yang meracau dan berkecamuk di jiwa meluluhlantakkan bangunan ketenangan di jiwa.

Seringkali saya melakukan blog walking, dan melihat saudara-saudaraku berdebat di khalayak ramai. Memperdebatkan ah bukan tapi berperang argumen untuk mencari yang menang dan yang kalah. Sayang sekali.

Bukan itu yang jiwa inginkan, bukan itu. Jiwa hanyalah membutuhkan ketenangan..bukan peperangan argumentasi yang berkecamuk di jiwa.

Satu saja, saat berkecamuk dan timbul hasrat untuk berdebat, berperang argumen..ingat saja, bahwa, engkau wahai jiwa..akan dimintakan pertanggungjawaban kelak di hari dimana segala amal dihisab

8 Responses to “Meracau dan berkecamuk di jiwa”

  1. Hary4n4 Berkata

    Jiwa memang butuh ketenangan, utk bisa kembali kepada jalan yg harus dilaluinya dgn benar..
    Salam kenal..
    Salam hangat dan damai selalu..


  2. Assalamu’alaikum,
    Allah Swt berfirman: “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri,…(QS. Al Isra [17} : 7). (Dewi Yana)

    • akudanjiwa Berkata

      benar wahai jiwa,
      sungguh hari itu semakin dekat dan setiap diri akan ditanya oleh Dia Yang Maha Menghisab..
      Jaga diri dan keluarga dari neraka-Nya..itu yang terpenting

  3. alfarolamablawa Berkata

    mengamankan posisi PERTAMAXXXX dulu
    cihuyyy
    hehehe

  4. alfarolamablawa Berkata

    ya, saya juga. terutama yang menyangkut agama. saya rasa tidak perlu lah itu.

    • akudanjiwa Berkata

      agama bukan untuk diperdebatkan, namun untuk diamalkan…
      sungguh setiap diri akan ditanya di yaumil akhir..apakah amalan diri sendiri selama di dunia sudah benar atau belum?..bukan amalan orang lain…maka tenangkanlah jiwa dengan kebenaran agar ketika bertemu dengan-Nya segalanya bisa dipertanggungjawabkan

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s